Beranda / Kota Tangerang / Diduga DS Gantung Diri Karena Beban Kuliah

Diduga DS Gantung Diri Karena Beban Kuliah

TangerangKini, Kota Tangerang – Kematian DS (22), mahasiswa Universitas Budhi Dharma yang ditemukan tewas tergantung di area kampus, terus menyisakan duka dan tanda tanya.

Dugaan demi dugaan terus bermunculan, salah satunya dari teman semasa Sekolahnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Perguruan Buddhi, yang mengungkap cerita dari sudut pandang sebagai teman satu angkatannya.

Salah satu teman semasa SMP korban, Sendi, Menurutnya DS merupakan mahasiswa tingkat akhir yang tengah mengerjakan skripsi. Ia mendengar kabar bahwa proses penyusunan skripsi DS tidak berjalan lancar, mungkin itu menjadi pemicu aksi nekat tersebut.

“Dulu saya sekelas SMPnya disini juga, kalo dia itu dibilang pinter enggak terlalu, dia juga orangnya biasa aja kaya anak yang laennya, ekonominya bisa dibilang beradalahh,” ungkap Sendi saat ditemui di sekitar luar kampus, Kamis (19/6/2025).

lalu ia menyebutkan bahwa DS tengah berada di semester akhir dan sedang mengerjakan skripsi. Namun, ia mendengar kabar bahwa proses tersebut tidak berjalan lancar, bahkan terkesan dipersulit oleh dosen pembimbingnya.

“Mungkin sih dia ada tekanan dari dosen pembimbingnya, denger dengersihh dosennya juga dibawa sama pihak kepolisian, gak tau saya siapa nama dosennya. Saya juga gak dikasih info apa apa dari kampus sini, itumah dari omongan ke omongan aja bang, saya kan temen seangkatannya,” lanjutnya.

Baca Juga:  250 Pelajar Hadiri “Gebyar Remaja”, Wali Kota: Investasi Kesehatan untuk Pemimpin Masa Depan

Selain tekanan akademik, Sendi juga mendengar bahwa DS mendapat tekanan dari keluarga untuk segera lulus. Beban psikologis ini, menurutnya, bisa saja membuat DS terpuruk secara mental.

“Banyak juga yang bilang dari dosen dipersulit, dari keluarga dia ditekan supaya lulus, jadi ngebatin kedia kayanya,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan kabar bahwa sebelumnya ayah korban telah meninggal dunia. Dalam momen duka itu, ibunya tidak hadir, namun kakak perempuan korban yang datang.

Informasi yang didapat Sendi sebagian besar berasal dari rekan rekannya, mengingat rumahnya memang berada tak jauh dari lokasi kampus.

“Saya juga tau dari temen juga, omongan ke omongan, Rumah saya mah deket deket sini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus maupun kepolisian terkait penyebab pasti kematian DS maupun dugaan tekanan yang dialaminya. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa, terlebih di masa-masa krusial menjelang kelulusan.(Qor).

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments