Beranda / Kota Tangerang / Trotoar Jalan Hasyim Ashari Rusak Akibat Galian Kabel Optik, Semrawut dan Berantakan

Trotoar Jalan Hasyim Ashari Rusak Akibat Galian Kabel Optik, Semrawut dan Berantakan

TangerangKini.com, Kota Tangerang — Pembangunan jaringan kabel fiber optik di sepanjang Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang, menuai sorotan.

Alih alih menghadirkan infrastruktur modern, Proyek yang dikerjakan oleh PT Davon Media Teknologi tersebut dinilai Rusak dan meresahkan warga, lantaran kondisi trotoar yang dibongkar tidak dikembalikan seperti semula.

Menurut pantauan dilapangan, sejumlah titik kondisi trotoar tampak rusak. Permukaan yang sebelumnya rapi kini bergelombang, tidak rata, bahkan berlubang. Situasi ini tak hanya mengganggu estetika kota, tapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Seorang pengendara ojek online, Asep yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku waswas setiap melintas.

“Sekarang pinggir jalan jadi nggak beres. Mereka bongkar, tapi pas ditutup lagi malah nggak rapi. Biasanya juga ujung-ujungnya nggak diberesin,” ujarnya, Senin (27/04/2026).

Ia bahkan mengaku nyaris terjatuh akibat bekas galian yang tidak tertata.

“Kemarin saya hampir kesandung. Itu bekas galiannya masih berantakan,” tambahnya.

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Trotoar yang dibangun semula rapih, kini justru tampak seperti proyek setengah jadi. Sisa material seperti tanah dan puing juga kerap dibiarkan menumpuk di sisi jalan, memperparah kesan semrawut.

Baca Juga:  Wujudkan Generasi Emas, Sachrudin Serahkan Bantuan untuk 1.000 Balita Berisiko Stunting 

Di sisi lain, pihak pelaksana proyek menyatakan bahwa pekerjaan telah mengantongi izin resmi. Wakil mandor proyek, yang dikenal dengan sapaan Mas Doyok, menyebut proyek tersebut merupakan bagian dari jaringan yang berada di bawah koordinasi Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).

“Ini dari PT Davon, dapat tender dari APJATEL. Izin lengkap, K3 juga sudah dibekali. Cuma memang kadang pekerja di lapangan tidak selalu menerapkan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, proyek ini membentang dari Lampu Merah Cikokol hingga Alfamidi, dengan metode penanaman kabel bawah tanah menggunakan pipa HDPE.

“Kita tanam 25 HDPE, masing-masing berisi kabel,” katanya.

Namun, legalitas proyek tak serta-merta meredam keresahan warga. Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pengawasan ketat serta memastikan pihak pelaksana bertanggung jawab memperbaiki trotoar yang rusak. Pasalnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Jika dibiarkan, proyek infrastruktur yang seharusnya membawa kemajuan justru berpotensi menjadi ancaman keselamatan dan mencoreng wajah kota. (Qor)

Tag:
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments