TangerangKini.com, Kota Tangerang – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang tidak sekadar bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Lebih dari itu, evaluasi berkelanjutan di lapangan menjadi fokus utama untuk memastikan kebutuhan warga benar-benar terpenuhi, tidak hanya di awal kejadian.
Sejumlah wilayah terdampak seperti RT 02, RT 03, dan RT 05/RW 06 langsung mendapat penanganan melalui distribusi logistik. Namun, Dinsos menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada pengiriman bantuan awal.
Kepala Dinsos Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi di lapangan melalui asesmen lanjutan yang dilakukan bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana).
“Untuk bantuan yang di Petir, posisi banjir yang kemarin itu kita sudah melakukan pengiriman bantuan logistik berbentuk air mineral, beras, mi instan, dan juga makanan siap santap,” ujarnya saat dikonfirmasi di Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, evaluasi menjadi langkah krusial agar bantuan yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil warga.
“Tadi kami sudah mengirimkan beberapa truk, dan malam ini teman-teman dari Dinsos serta Tagana akan melakukan asesmen kembali untuk melihat apakah masih diperlukan bantuan tambahan. Jika memang masih dibutuhkan, kami akan terus melakukan pendistribusian,” jelasnya.
Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan meliputi 500 nasi bungkus, 15 karung beras ukuran 5 kilogram, 15 dus mi instan, serta 15 dus air mineral. Jumlah tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.
Meski demikian, Dinsos memastikan distribusi tidak bersifat satu kali. Penyaluran bantuan akan terus disesuaikan dengan hasil evaluasi lapangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
“Iya, kita akan lihat sesuai kebutuhan di lapangan. Biasanya teman-teman melakukan asesmen secara berkala. Tim relawan kami, baik dari Tagana maupun Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), juga selalu standby di lokasi,” katanya.
Ia menambahkan, personel PSM tersebar hingga tingkat kelurahan dan RW, sementara Tagana dikerahkan dari markas untuk memastikan pemantauan berjalan terus-menerus.
Dengan pendekatan berbasis evaluasi lapangan ini, Dinsos Kota Tangerang berupaya memastikan tidak ada kebutuhan warga yang terlewat, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat terdampak banjir. (Qor)












