Beranda / Kota Tangerang / Dampak Abu Vulkanik Krakatau, Disdik Kota Tangerang Berlakukan PJJ

Dampak Abu Vulkanik Krakatau, Disdik Kota Tangerang Berlakukan PJJ

TangerangKini.com, Kota Tangerang — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik menyusul sebaran abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/552/400.3/IX/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Dampak Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau. PJJ diberlakukan selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026.

Ketentuan itu berlaku bagi satuan pendidikan TK/PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tangerang.

Kepala Disdik Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan kebijakan PJJ diambil sebagai respons terhadap kondisi yang berkembang akibat dampak abu vulkanik.

“Saya rasa ini merespons situasi kondisi yang berkembang. Jadi ada kebijakan bahwa untuk Banten ini kita harus melaksanakan PJJ selama 3 hari ke depan kurang lebih,” kata Wahyudi saat ditemui di Puspemkot Tangerang, Senin (07/09/2026).

Menurutnya, penerapan PJJ bersifat dinamis dan dapat dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi. Ia berharap sebaran abu vulkanik segera surut sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal.

“Ini sifatnya masih dinamis. Mudah-mudahan bencana ini bisa berakhir dan mudah-mudahan abunya cepat surut, sehingga kita bisa melaksanakan dengan normal,” ujarnya.

Meski pembelajaran dilakukan dari jarak jauh, Disdik Kota Tangerang memastikan hak peserta didik untuk memperoleh pembelajaran tetap terpenuhi. Pihaknya akan mengoptimalkan fasilitas dan metode pembelajaran yang tersedia.

Baca Juga:  Libur Idul Adha 6-9 Juni 2025, Polisi Ingatkan Orangtua Awasi Anak Remaja dan Waspada Kriminalitas di Tangerang

Sementara itu, sejumlah kegiatan di luar pembelajaran untuk sementara ditiadakan. Kegiatan ekstrakurikuler hingga outing class dihentikan sampai kondisi kembali normal.

“Kaitan dengan ekstrakurikuler, ataupun kegiatan lainnya yang sifatnya itu outing class. Nah, itu kita tiadakan dulu sampai dengan waktu ini berjalan dengan normal,” jelasnya.

Ia menegaskan, PJJ juga menjadi bagian dari upaya Disdik menjaga mutu pembelajaran selama kondisi belum memungkinkan untuk kegiatan belajar secara tatap muka.

Ia menyebut sekolah di Kota Tangerang telah didukung fasilitas Wi-Fi dan jaringan internet. Selain itu, keberadaan Interactive Flat Panel (IFP) dinilai dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran secara daring.

“Kita itu sudah punya fasilitas Wi-Fi, sudah punya fasilitas internet, apalagi kita sudah punya IFP interaktif yang itu sangat dimungkinkan,” tuturnya.

Masih kata wahyudi, menurutnya pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas pembelajaran, baik saat berlangsung secara daring maupun ketika kegiatan belajar kembali dilakukan secara luring.

“Sehingga mudah-mudahan ini menjadi bagian dari secara dinamis proses pembelajaran di mana mutu pembelajaran bisa tetap kita jaga, baik itu secara luring maupun secara daring,” pungkasnya. (Qor)

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments