Beranda / Kota Tangerang / KNPI Kota Tangerang Terbitkan Antologi Puisi, 127 Karya Jadi Warisan Pemuda

KNPI Kota Tangerang Terbitkan Antologi Puisi, 127 Karya Jadi Warisan Pemuda

TangerangKini, Kota Tangerang – Upaya menghidupkan kembali tradisi sastra di Kota Tangerang mulai digerakkan melalui keterlibatan generasi muda. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang meluncurkan buku antologi puisi karya masyarakat Tangerang di Gedung Pemuda KNPI Kota Tangerang, Jumat (09/10/2026).

Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pemuda dan Bulan Bahasa. Selain menerbitkan karya sastra, KNPI juga membuka ruang pembelajaran melalui kelas sastra untuk mendorong minat baca dan menulis, khususnya di kalangan pelajar.

Gagasan penerbitan antologi ini berangkat dari kegelisahan terhadap rendahnya kebiasaan membaca, terbatasnya ruang bagi penulis muda untuk mempublikasikan karya, serta semakin jauhnya kegiatan kesastraan dari kehidupan sehari-hari pelajar.

Budayawan Banten, Trip Umiuki, yang akrab disapa Mas Trip, menyambut positif langkah KNPI tersebut. Ia optimis kegiatan itu dapat menjadi pintu masuk bagi kebangkitan dunia sastra di Kota Tangerang, meski membutuhkan kerja keras dan dukungan berbagai pihak.

“Saya selalu optimis dunia sastra ini bisa dikembalikan ke masa kejayaannya. Karena itu, saya benar-benar mengapresiasi apa yang sudah dilakukan KNPI. Mudah-mudahan ini langkah awal untuk membangkitkan kembali dunia sastra di Tangerang,” ujarnya.

Menurutnya, kelas sastra yang digagas KNPI diharapkan dapat membuka kembali hubungan dengan sekolah-sekolah. Ia menilai lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang paling memungkinkan untuk menumbuhkan minat membaca sekaligus melahirkan penulis muda.

Ia pun berharap para guru turut mengambil peran dalam menghidupkan kegiatan sastra di lingkungan sekolah, sehingga pelajar memiliki kesempatan untuk belajar dan menghasilkan karya.

“Di sisa umur saya ini, saya akan terus mendorong agar anak-anak kembali diajak berkarya,” katanya.

Ia menyebut majalah dinding (mading) sebagai salah satu sarana sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan menulis di kalangan siswa. Jika didukung fasilitas yang memadai, sekolah juga dapat mengembangkan buletin atau majalah sekolah sebagai wadah publikasi karya.

Menurutnya, kehadiran telepon seluler dan kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan sastra apabila tidak diarahkan dengan baik oleh guru.

Karena itu, ia berharap dapat kembali menjalin komunikasi dengan para pendidik agar kegiatan menulis dan apresiasi sastra semakin dekat dengan kehidupan pelajar.

Baca Juga:  Pelantikan DPC GMNI Tegaskan Langkah Advokasi Permasalahan Masyarakat Kota Tangerang

Sekretaris DPD KNPI Kota Tangerang, Lazuardi El Ghifary atau yang akrab disapa Ega, mengatakan penerbitan buku tersebut merupakan inisiatif para pemuda untuk merespons persoalan literasi di masyarakat.

“Launching buku ini berawal dari keresahan teman-teman muda, khususnya KNPI, melihat minat baca yang sangat kurang, di bawah angka 10 persen,” kata Ega.

Antologi tersebut menghimpun puisi yang berasal dari kegiatan Lesehan Sastra Pemuda pada Juli lalu, yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun KNPI Kota Tangerang.

Dari ratusan karya yang masuk, panitia melakukan proses seleksi dan penyuntingan hingga menetapkan 127 puisi untuk diterbitkan. Karya-karya tersebut menjadi bukti adanya masyarakat yang ingin menyampaikan gagasan dan pengalaman melalui sastra.

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Dede Maulana Faisal, mengatakan peluncuran antologi puisi merupakan bagian dari upaya organisasi memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan produktif.

Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak cukup hanya menyelenggarakan kegiatan seremonial. Keberadaannya perlu diwujudkan melalui program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kreativitas pemuda.

Dede menyebut penerbitan buku antologi puisi tersebut sebagai salah satu warisan atau legacy dari kepengurusannya. Ia berharap buku itu tidak sekadar menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga kebanggaan bersama dan pemantik bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan kegiatan serupa.

“Ini adalah salah satu *legacy* bagi kami. Kita meyakini bahwa dengan adanya buku antologi puisi orang Tangerang ini, dapat menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.

Peluncuran antologi puisi itu sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan Bulan Pemuda yang diselenggarakan KNPI Kota Tangerang sepanjang Oktober. Agenda tersebut mencakup kegiatan sastra, olahraga, kompetisi permainan elektronik, kegiatan rekreasi, hingga peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Terhimpunnya ratusan puisi dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya ruang bagi masyarakat untuk menuangkan gagasan melalui karya sastra. Tantangan berikutnya ialah menjaga keberlanjutan ruang kreatif itu agar para penulis, terutama generasi muda, dapat terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas. (Qor)

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments