TangerangKini.com, Kota Tangerang — Memasuki usia ke-33 tahun, DPRD Kota Tangerang menilai masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi Pemerintah Kota Tangerang.
Momentum hari jadi ini diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, mengatakan selama 33 tahun perjalanan pembangunan, banyak capaian yang sudah dirasakan masyarakat. Namun, ia tak menampik masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dievaluasi.
“Banyak hal yang selama 33 tahun sudah dilakukan pemerintah daerah, baik yang hari ini sudah bisa dirasakan oleh masyarakat, maupun yang masih juga ada PR. Mudah-mudahan di usia 33 tahun Kota Tangerang terus berbenah, bisa terus memberikan pelayanan terbaik dan membuktikan kehadiran pemerintah yang mengayomi masyarakat,” ujar Rusdi usai peresmian kantor Bawaslu Kota Tangerang, Jumat (27/02/2026).
Ia menegaskan, persoalan-persoalan perkotaan yang belum tertangani harus menjadi pemicu bagi seluruh elemen, baik pemerintah, DPRD, maupun masyarakat, untuk bergerak bersama.
“PR kita masih ada. Persoalan-persoalan perkotaan yang belum terbenahi juga masih ada. Di usia 33 tahun ini harus menjadi pemicu agar kita sama-sama lebih berbenah ke depannya,” tambahnya.
Senada, Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang, Turidi, menyebut usia 33 tahun sebagai fase remaja bagi Kota Tangerang. Menurutnya, pada fase tersebut kreativitas dan inovasi harus semakin tumbuh agar wajah Kota Tangerang sebagai Kota Taman semakin matang dan membanggakan.
“Di usia ke-33 ini adalah usia remaja. Artinya kreativitas harus semakin banyak, inovasi harus terus tumbuh, dan wajah Kota Tangerang sebagai Kota Taman harus semakin dewasa dan cemerlang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan penguatan sektor ekonomi sebagai fokus utama pembangunan ke depan. Persoalan pengangguran, kata dia, masih menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan solusi konkret melalui penciptaan dan perluasan lapangan kerja.
“Pemerintah harus memiliki terobosan dalam penanganan persoalan ekonomi. Bagaimana membuka lapangan kerja dan mendorong perputaran uang di Kota Tangerang,” tegasnya.
Ia juga mendorong optimalisasi program-program yang mampu menyerap tenaga kerja, termasuk program makan bergizi gratis yang dinilai dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi lokal.
Selain ekonomi, Turidi menilai sinergi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Ia berharap kepemimpinan di Kota Tangerang berjalan utuh dan terintegrasi dari tingkat bawah hingga atas.
Terkait tantangan klasik seperti sampah, kemacetan, dan infrastruktur jalan rusak, Turidi mengakui persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menghadirkan terobosan besar yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, ia mengapresiasi capaian pembangunan dalam satu tahun terakhir, termasuk pembangunan fisik dan sejumlah penghargaan yang diraih pemerintah daerah. Pengalaman kepemimpinan yang dimiliki Wali Kota dan Wakil Wali Kota dinilai menjadi modal besar dalam menyelesaikan persoalan kota.
Dalam bidang kesehatan, ia menyoroti kemajuan layanan di RSUD Kota Tangerang yang kini telah memiliki fasilitas cath lab dan dapat diakses melalui BPJS. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk penanganan penyakit jantung atau penyakit berat lainnya.
“Sekarang kalau ada masyarakat yang sakit jantung atau penyakit serius lainnya, cukup ke RSUD Kota Tangerang. Fasilitasnya sudah canggih dan ter-cover BPJS,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan program antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, terutama dalam penanganan banjir melalui normalisasi dan optimalisasi sistem drainase.
Menutup pernyataannya, politisi partai Gerindra itu menyinggung kondisi Jam Gede Jasa yang saat ini tidak berfungsi. Ia meminta instansi terkait segera melakukan perbaikan agar ikon kota tersebut kembali berjalan normal.
“Kita harap segera diperbaiki. Ada logonya tapi jamnya mati, lucu juga,” pungkasnya.
(qor)












