Beranda / Kota Tangerang / Ramai Ramai Warga Cipete Demo Proyek Sutra Rasuna, Minta Tertibkan Kendaraan Proyek

Ramai Ramai Warga Cipete Demo Proyek Sutra Rasuna, Minta Tertibkan Kendaraan Proyek

TangerangKini.com, Kota Tangerang – Puluhan pemuda dan warga Cipete, mendatangi Proyek Perumahaan Sutra Rasuna, PT.Alam. Sutera Tbk, Jalan Rasuna Said, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Senin (02/03/2026).

Aksi demonstrasi ini dipicu keresahan warga terhadap aktivitas kendaraan proyek yang dinilai membahayakan keselamatan dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Sambil berorasi dan membentangkan spanduk, massa aksi mendesak pihak pengembang Proyek Sutera Rasuna agar segera melaukukan perbaikan jalan rusak, pengaturan jam operasional kendaraan proyek serta penanganan polusi udara akibat lalu lalang kendaraan proyek.

Koordinator aksi, Ibnu Asqolani, menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut membawa tiga tuntutan utama, yakni perbaikan jalan rusak, pengaturan jam operasional mobil besar, serta penanganan polusi udara.

“Aksi demo ini menuntut tiga hal utama. Dari ketiga tuntutan itu, alhamdulillah kami baru saja selesai mediasi. Tuntutan kami dituruti oleh pihak pengembang dan difasilitasi oleh Bapak Camat Pinang, Bapak Kapolsek, Bapak Bhabinkamtibmas, serta Bapak Kanit dan teman-teman lainnya,” ujar Ibnu disela sela aksi.

Menurutnya, persoalan jam operasional truk proyek menjadi perhatian serius karena sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada pagi hari saat anak-anak berangkat sekolah dan sore hari ketika warga berburu takjil.

“Kami menyepakati bahwa operasional mobil besar baik itu truk molen maupun truk tambang dihentikan mulai pukul 06.00 sampai 09.00 pagi. Aktivitas baru boleh dilanjutkan kembali setelah waktu Maghrib,” jelasnya.

Ibnu menambahkan, hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat aktivitas kendaraan proyek tersebut. Namun, aksi dilakukan sebagai langkah pencegahan.

“Justru karena itulah kami melakukan aksi sebagai langkah ‘sedia payung sebelum hujan’. Kami ingin menjaga warga agar tidak ada yang menjadi korban jiwa, seperti berita-berita yang sering kita lihat di mana ada warga yang terlindas truk,” tegasnya.

Baca Juga:  Ranmor Kerap Beraksi di Siang Hari

Kesepakatan tersebut, lanjut pemuda asal Cipete itu, akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Jika dilanggar, warga memastikan akan kembali turun ke jalan.

“Apabila kesepakatan dilanggar, maka kami akan kembali turun melakukan aksi untuk menyuarakan kebenaran demi masyarakat Cipete,” katanya.

Sementara itu, Camat Pinang, Syarifudin Harja Winata, menjelaskan bahwa dirinya bertindak sebagai mediator dalam proses mediasi antara warga dan pihak pengembang. Dari pertemuan tersebut, disepakati enam poin utama.

“Saya hanya menjadi mediator. Kesepakatan pertama, akan ada perbaikan jalan berlubang secepatnya. Kedua, peninggian kabel listrik yang rendah di sepanjang akses keluar-masuk proyek. Ketiga, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan oleh pihak pelaksana,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, disepakati pula pembersihan jalan secara lebih maksimal dari sisa material proyek, koordinasi antara pelaksana pembangunan dan pengembang mengingat pekerjaan dilakukan subkontraktor, serta pengaturan jam operasional kendaraan proyek yang dipaketkan dalam satu ketentuan untuk seluruh jenis truk, baik truk tanah maupun truk molen.

“Nanti hasilnya akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada teman-teman, untuk memastikan apakah poin-poin yang disepakati sudah sesuai. Tidak ada tambahan poin baru, tetap enam poin sebagaimana yang sudah disepakati. Semuanya sudah clear,” pungkasnya.

Aksi yang berlangsung di bawah pengamanan aparat tersebut akhirnya berakhir kondusif setelah tercapai kesepakatan bersama. Warga berharap komitmen yang telah disepakati benar-benar direalisasikan, agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. (qor)

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments