TangerangKini.com, Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang terus menjalankan pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program unggulan.
Mulai dari sekolah gratis, program Tangerang Cerdas, hingga pemberian insentif bagi siswa dan tenaga pengajar, semuanya diarahkan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dari bangku pendidikan termasuk anak jalanan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan, tanpa terkecuali.
“Semua warga negara punya hak yang sama. Jadi kalau ada anak jalanan atau warga kurang mampu, selama ber-KTP Kota Tangerang, dipersilakan untuk masuk sekolah. Aksesnya sudah kita buka lebar,” ujarnya usai apel di Pemkot Tangerang, Senin (04/05/2026).
Namun demikian, ia menyoroti masih adanya persoalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Ia menilai, tantangan saat ini bukan lagi pada akses, melainkan pada pemahaman masyarakat itu sendiri.
“Jangan sampai masyarakat tidak merasa butuh pendidikan. Itu yang krusial. Karena ruangnya sudah ada, tinggal bagaimana kesadaran itu dibangun bersama, termasuk peran media,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kelompok rentan, termasuk masyarakat miskin yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), menjadi prioritas utama dalam program pendidikan gratis.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangerang telah menggratiskan seluruh sekolah negeri serta menggandeng sekitar 146 sekolah swasta untuk turut serta dalam program tersebut. Jumlah ini terus bertambah setiap tahun, dengan penambahan sekitar 15 sekolah swasta pada tahun ini.
“Sekolah gratis ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga kesetaraan dan inklusivitas. Jadi bukan hanya sekolah negeri, sekolah swasta juga kita fasilitasi,” jelas Wahyudi.
Secara rinci, bantuan pendidikan diberikan di berbagai jenjang. Untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), sekitar 420 siswa menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per semester. Sementara itu, pada jenjang SD dan MI swasta terdapat sekitar 8.400 siswa dengan bantuan Rp450 ribu per semester.
Adapun untuk jenjang SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), sekitar 2.200 siswa menerima bantuan Rp630 ribu per semester atau sekitar Rp1,3 juta per tahun. Khusus tahun ini, terdapat kenaikan bantuan untuk jenjang SMP dan SD, dari Rp1 juta menjadi Rp1,1 juta per semester.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut mencakup biaya non-personal seperti operasional pendidikan. Sementara untuk biaya personal, pemerintah juga menyalurkannya melalui program BOS dan BOSDA, sehingga secara keseluruhan pembiayaan pendidikan dapat tercover.
Tak hanya itu, Pemkot Tangerang juga mengintegrasikan program ini dalam kebijakan wajib belajar 13 tahun, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, termasuk dukungan beasiswa bagi mahasiswa.
“Ini bagian dari program strategis yang kami sebut Gampang Sekolah. Di dalamnya ada sekolah gratis, Tangerang Cerdas, serta berbagai bentuk insentif lainnya,” ujarnya.
Selain siswa, tenaga pengajar juga turut mendapatkan perhatian. Pemerintah memberikan tambahan insentif bagi guru sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Insentif tidak hanya untuk siswa, tapi juga untuk guru. Ini bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” pungkasnya.
Dengan total anggaran yang mencapai miliaran rupiah di setiap jenjang pendidikan, Pemkot Tangerang optimistis program ini mampu memperkuat pemerataan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Tangerang. (Qor)












