TangerangKini.com, Kota Tangerang – Di tengah persiapan Festival Al-A’zhom 2026, Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, mengingatkan agar persoalan pungutan liar (pungli) parkir yang masih kerap dikeluhkan masyarakat tidak menjadi sorotan dalam pelaksanaan agenda keagamaan terbesar di Kota Tangerang tersebut.
Di sisi lain, ia berharap festival tahunan itu mampu berkembang menjadi magnet kunjungan yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, Festival Al-A’zhom selama ini telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Tangerang yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana syiar Islam, tetapi juga sebagai etalase kota yang dapat menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
“Festival Al-A’zhom ini menjadi rutinitas tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota bersama BKPRMI dan Al-A’zhom. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih semarak, lebih baik, dan melibatkan lebih banyak kegiatan serta berbagai kalangan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (12/06/2026).
Namun, di balik antusiasme menyambut festival tersebut, Rusdi menyoroti persoalan pungli parkir yang masih ditemukan di kawasan Taman Elektrik dan sekitarnya. Ia menilai masalah tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Menurutnya, panitia penyelenggara harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta instansi terkait lainnya untuk menyiapkan sistem pengelolaan parkir yang tertib dan terintegrasi.
“Harus ada pengamanan dan pengaturan kendaraan pengunjung yang datang ke Festival Al-A’zhom. Mudah-mudahan dengan pelibatan Dishub dan pihak terkait bisa dibuat skema yang lebih baik sehingga dapat meminimalisir pungli yang ada saat ini,” katanya.
Lalu, ia menegaskan, kenyamanan pengunjung menjadi faktor penting apabila Festival Al-A’zhom ingin naik kelas menjadi agenda yang mampu menarik wisatawan dan peserta dari luar daerah. Karena itu, menurutnya, kualitas pelayanan, keamanan, hingga tata kelola parkir harus mendapat perhatian yang sama besar dengan kemeriahan acara.
Lebih jauh, ia mendorong agar berbagai perlombaan dan kegiatan yang digelar dalam Festival Al-A’zhom dibuat lebih variatif dan memiliki daya tarik yang luas. Bahkan, ia berharap beberapa cabang perlombaan dapat dikemas dalam skala nasional sehingga mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Harapannya festival ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan. Harus ada daya tarik yang membuat masyarakat luar Kota Tangerang datang dan ikut berpartisipasi. Kalau ada perlombaan berskala nasional, tentu akan semakin banyak peserta dan pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.
Menurut Rusdi, meningkatnya kunjungan masyarakat dari luar Kota Tangerang akan berdampak langsung pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal. Kehadiran para peserta dan pengunjung yang menginap serta berbelanja di Kota Tangerang diyakini dapat mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jadi festival ini bukan hanya soal seremonial atau keramaian semata. Kita ingin ada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Semakin banyak orang datang ke Kota Tangerang, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta bagi warga dan daerah,” pungkasnya.
Dengan target menjadi ajang syiar Islam sekaligus penggerak ekonomi lokal, Rusdi berharap Festival Al-A’zhom 2026 dapat terselenggara dengan lebih tertib, bebas dari praktik pungli parkir, serta mampu menghadirkan pengalaman yang positif bagi seluruh pengunjung. (Qor)




