Beranda / Kota Tangerang / Bappeda Kota Tangerang Gelar Pembahasan Rancangan Teknokratik RPJMD Kota Tangerang 2025-2029

Bappeda Kota Tangerang Gelar Pembahasan Rancangan Teknokratik RPJMD Kota Tangerang 2025-2029

Tangerangkini, Kota Tangerang – Sebagai
langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar Pembahasan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029,Jum’at, 9 Agustus 2024.

Peserta pada kegiatan ini terdiri dari unsur perangkat daerah di lingkup Kota Tangerang, Perguruan Tinggi, serta Perencana. Turut hadir juga tim konsultan yang memaparkan materi Rancangan Teknokratik RPJMD.

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dokumen ini bertujuan untuk menjadi acuan dalam penyusunan visi, misi, dan program prioritas calon kepala daerah yang terpilih, serta mengidentifikasi isu strategis dan masalah pokok pembangunan daerah.

Rancangan ini mencakup berbagai aspek penting seperti kondisi geografis dan demografis, kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, serta infrastruktur.
Dalam aspek geografis, Kota Tangerang Kota Tangerang memiliki peran strategis dalam kawasan Jabodetabek dengan aksesibilitas yang baik melalui infrastruktur transportasi.

“Dari segi demografi, penduduk Kota Tangerang didominasi oleh usia produktif yang dapat menjadi potensi besar untuk memanfaatkan bonus demografi,” kata Yeti di sela sela sambutan.

Lanjut Yeti, meskipun terdapat peningkatan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kota ini masih menghadapi isu kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Oleh karena itu, meskipun terdapat kemajuan di beberapa sektor, masih banyak isu yang perlu ditangani untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
Terkait gambaran keuangan daerah, Kota Tangerang menunjukkan kinerja keuangan yang relatif stabil dari tahun 2019 hingga 2023.

Baca Juga:  Jelang Debat Cawalkot Tangerang, Sachrudin : "Biasa-Biasa Saja"

Pendapatan daerah secara umum mencapai target yang ditetapkan, kecuali pada tahun 2019. Meskipun rasio efektivitas keuangan mengalami penurunan, rasio elastisitas pendapatan daerah tetap tinggi, mencapai 1,68 poin.

“Belanja daerah menunjukkan fluktuasi, dengan proporsi belanja pegawai yang cenderung menurun. Namun, walaupun ada tantangan dalam pengelolaan keuangan, Kota Tangerang berhasil mempertahankan pendapatan yang memadai untuk mendukung pembangunan daerah,” paparnya.

Dikatakan Yeti, dalam permasalahan dan isu strategis,  Kota Tangerang menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial yang masih belum optimal.

“Selain itu, kualitas perekonomian, lingkungan hidup, dan infrastruktur kota juga menghadapi tantangan signifikan,” ujarnya.

Selain itu, tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi menjadi isu penting yang perlu ditangani, bersama dengan risiko bencana dan pencemaran lingkungan. Isu-isu ini menuntut perhatian serius untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan merata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dalam Rancangan RPJMD ini mencakup strategi untuk mengatasi masalah ini dan memprioritaskan pengembangan yang inklusif dan berkeadilan.

Secara garis besar, RPJMD Kota Tangerang 2025-2029 bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan dan merata, dengan fokus pada berbagai sektor kunci dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

“Pada dokumen ini berfungsi sebagai acuan dalam penyusunan visi, misi, dan program prioritas calon kepala daerah yang terpilih,” pungkasnya (Adv)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments