Beranda / Kota Tangerang / Bukan Sekadar Imbauan, Mahasiswa Bagikan 1.000 Masker di Lima Titik Kota Tangerang

Bukan Sekadar Imbauan, Mahasiswa Bagikan 1.000 Masker di Lima Titik Kota Tangerang

TangerangKini, Kota Tangerang — Kekhawatiran terhadap dampak abu vulkanik Anak Krakatau tak berhenti pada imbauan. Sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Tangerang turun langsung ke jalan membagikan 1.000 masker kepada masyarakat di lima titik jalan besar, Selasa (08/09/2026).

Aksi sosial tersebut melibatkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta relawan Perguruan Tinggi Palang Merah Indonesia.

Sebanyak 1.000 masker dibagikan di lima titik sebagai bentuk kepedulian dan edukasi kepada masyarakat agar waspada terhadap dampak aktivitas Anak Krakatau.

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Tangerang, Oki Putra Arsulan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan masyarakat. Terlebih, aktivitas Anak Krakatau saat ini disebut telah berstatus Siaga 3.

“Ini kegiatan aksi nyata, kegiatan aksi sosial. Hari ini abu vulkanik itu harus kita cegah,” kata Oki.

Ia mengatakan pembagian masker akan kembali dilakukan dalam beberapa hari ke depan setelah pihaknya mendapatkan tambahan stok.

“Kita masih mencari-cari masker, esok hari atau lusa kita akan membagikan masker lagi,” ujarnya.

Lanjut, Oki juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, mencuci tangan, serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Ia berharap pemerintah tidak hanya bergerak secara administratif, tetapi juga mempercepat langkah pencegahan dengan memanfaatkan stok masker yang tersedia.

“Karena kesehatan itu nomor satu dan pencegahan itu langkah paling utama,” tegasnya.

Menurut Oki, sejumlah dinas pemerintah sebenarnya telah melakukan sosialisasi. Namun, ia menilai masih ada instansi yang menunggu instruksi dan belum mengambil inisiatif secara langsung.

“Harapannya, aparat pemerintah, masyarakat, mahasiswa, kita jaga-jaga bersama untuk saling bertahan dalam kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kota Tangerang, Elwin Mendrofa, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian aktivis mahasiswa terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat panik, tetapi harus tetap waspada,” ujar Elwin.

Ia menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi.

Baca Juga:  Bupati Tangerang Hadir Bersama Kemenag Luncurkan Program Kemenag Berdampak

“Yang paling penting adalah mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga yang berwenang,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar kewaspadaan tidak berubah menjadi kepanikan.

Di lokasi lain, Ketua Umum HMI Cabang Tangerang, Rhamadoni, mengatakan aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat agar pemerintah hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi potensi dampak aktivitas vulkanik.

“Mahasiswa sebagai agen social control tentunya menjadi petunjuk buat masyarakat agar kesehatan itu adalah hal yang paling penting,” katanya.

Ia menegaskan, kegiatan kemanusiaan merupakan bagian penting dari peran mahasiswa. Menurutnya, HMI tidak hanya bergerak di bidang intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kondisi masyarakat.

Aksi tersebut dilakukan di sejumlah ruas jalan besar Kota Tangerang. GMNI bergerak di sekitar kawasan Adipura, PMII berada di lampu merah Jembatan Merah, HMI melakukan pembagian masker di flyover PLN, sedangkan relawan Perguruan Tinggi Palang Merah Indonesia berada di lampu merah Modernland. Titik-titik tersebut menjadi bagian dari lima lokasi jalan besar yang menjadi sasaran aksi sosial mahasiswa.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri Septiawan Permana, mengapresiasi langkah mahasiswa yang memilih turun langsung ke tengah masyarakat.

“Saya mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa. Hari ini luar biasa, di lima titik kawan-kawan mahasiswa menggelar aksi sosial pembagian masker,” kata Andri.

Menurutnya, aksi tersebut memiliki dampak langsung karena mahasiswa tidak hanya menyampaikan imbauan melalui media sosial atau flyer, tetapi juga hadir dan berinteraksi dengan masyarakat.

Ia menilai langkah tersebut sekaligus dapat menggugah kesadaran warga untuk tetap menjalankan protokol kesehatan selama status aktivitas Anak Krakatau belum diturunkan pemerintah.

“Mahasiswa ternyata melakukan inisiasi yang cepat, tanggap. Mudah-mudahan harapannya bisa diikuti oleh yang lain,” ujarnya.

Ia berharap aksi serupa tidak berhenti pada kegiatan hari itu saja. Ia mendorong elemen masyarakat lainnya ikut mengambil peran dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada warga di tengah kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik Anak Krakatau. (Qor)

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments