TangerangKini.com, Kota Tangerang — Jam Gede Jasa, salah satu ikon Kota Tangerang yang menjadi elemen penting dalam desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, tidak berfungsi selama beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini menuai sorotan warga, terutama karena Jam Gede Jasa memiliki makna filosofis mendalam dalam peringatan hari jadi kota tahun 2026.
Dalam logo HUT ke-33 Kota Tangerang, Jam Gede Jasa digambarkan sebagai simbol kontinuitas waktu dan kerja keras yang tak kenal henti. Ikon ini merepresentasikan semangat Kota Tangerang untuk terus bergerak maju, berkembang, dan melayani masyarakat secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen warga.
Namun ironisnya, fungsi jam yang menjadi simbol tiada henti ini justru terhenti di lapangan. Samsudin, warga yang akrab disapa Cay, mengungkapkan bahwa Jam Gede Jasa sudah tidak aktif sekitar beberapa bulan terakhir.
“Kalau saya sering bang dari Pasar Induk Karawaci mau belanja. Waktu itu saya sempat lihat jamnya aktif, bunyi. Tapi belakangan ini sudah enggak bunyi lagi. Enggak tahu mati atau gimana, mungkin sudah beberapa bulan,” ujarnya saat ditemui di persimpangan jalan sekitar Jam Gede Jasa, di jalan Jenderal Sudirman, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, pada Rabu, (04/02/2026).
Tak hanya soal jam yang mati, ia juga menyoroti kondisi fasilitas umum di sekitar lokasi tersebut. Ia menyebut jalan dari kawasan Puspem Balai Kota menuju Jam Gede Jasa banyak yang rusak dan berlubang.
“Ya, lebih diperhatikan fasilitas umum lah. Enggak cuma Jam Gede Jasa, tapi jalanan dari Puspem ke arah sini juga ancur. Kemarin sempat ada yang jatuh,” katanya.
Menurutnya, sebagai ikon Kota Tangerang, Jam Gede Jasa seharusnya mendapatkan perhatian dan perawatan rutin dari dinas terkait.
“Saya kurang tahu juga ya, enggak dirawat atau gimana. Tapi perasaan saya ikon Kota Tangerang ini kurang diperhatikan. Jujur miris,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin sebelumnya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang dilaksanakan secara sederhana. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menjalankan efisiensi dan efektivitas anggaran.
“Peringatan HUT tahun ini kami laksanakan secara sederhana. Ini adalah bentuk empati dan solidaritas kita terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah, sekaligus komitmen pemerintah untuk mengelola anggaran secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Sachrudin saat peluncuran logo dan tema HUT ke-33 Kota Tangerang di Patio Puspem Kota Tangerang, Rabu (14/01/2026).
Sachrudin juga menjelaskan bahwa tema HUT ke-33 Kota Tangerang adalah 33 Tahun Kota Tangerang, Bersama Melayani, Tiada Hentimenegaskan Tahun 2026, baik dari sisi pelayanan publik maupun hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Kata Bersama menegaskan, pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melayani adalah jati diri pemerintah yang hadir untuk rakyat. Sementara Tiada Henti menegaskan bahwa pelayanan terbaik dan berkualitas harus terus berjalan secara konsisten,” jelasnya.
Logo HUT ke-33 Kota Tangerang sendiri dirancang sarat makna, mencerminkan perjalanan panjang pembangunan kota, nilai kebersamaan, serta semangat pelayanan. Namun, kondisi Jam Gede Jasa yang tak berfungsi justru memunculkan harapan warga agar simbol dalam logo tersebut juga tercermin nyata dalam perawatan fasilitas publik di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, tidak memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi terkait kondisi Jam Gede Jasa tersebut.
(qor)












