TangerangKini.com, Kota Tangerang — Konsisten gelar pengajian bulanan, Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Tangerang terus berupaya mengikis stigma negatif yang selama ini melekat di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui pengajian terbuka yang diikuti ratusan peserta di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Senin (26/01/2025).

Pengajian yang terbuka untuk umum ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menandai kembali aktifnya program kerohanian Pemuda Pancasila di Kota Tangerang. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Bu Petty selaku owner Warung Babakan, Andini Srikandi owner Warung Uduk Bahagia, Hj. Nyai owner BIG Travel, Dimas Mulya owner Bhineka Block Indonesia, serta sponsor lain.
Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Tangerang, Dian Oktaviani, mengatakan bahwa pengajian bulanan akan menjadi program prioritas yang digilir di seluruh kecamatan.
“Kegiatan ini merupakan program dari Bidang Kerohanian Srikandi Pemuda Pancasila Kota Tangerang yang dipimpin oleh Bunda Haji Alma. Pengajian ini sudah berjalan selama empat bulan terakhir dan akan terus kami laksanakan secara rutin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kajian tersebut juga diarahkan oleh Ketua MUI Kota Tangerang, Kiai Baikjuri, sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu strategi untuk mengubah persepsi masyarakat.
“Pengajian ini menjadi bagian dari kajian Pancasila. Ini adalah upaya kami untuk mengikis stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat terhadap Pemuda Pancasila,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengakui, sebelum dirinya menjabat sebagai ketua, Pemuda Pancasila kerap dipandang negatif dan identik dengan perilaku kurang baik. Padahal, kata dia, banyak kegiatan positif yang selama ini tidak terekspos.
“Setiap orang punya potensi dan hobi yang berbeda. Di Srikandi Pemuda Pancasila, alhamdulillah, semua potensi itu ada. Tidak hanya pengajian, tetapi juga senam, seni suara, dan berbagai kegiatan positif lainnya. Harapan kami, semua aktivitas ini memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
“Organisasi perempuan memiliki batasan-batasan dalam pergaulan dan aktivitas. Nilai-nilai anti narkoba akan kami sisipkan agar kegiatan kami tetap sehat dan bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Tangerang, Tono Darussalam, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengubah paradigma masyarakat terhadap Pemuda Pancasila.
“Memang masih ada sebagian masyarakat yang memandang negatif Pemuda Pancasila. Inilah yang ingin kami ubah. Kami ingin membuktikan bahwa Pemuda Pancasila mampu melaksanakan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengajian bulanan ini telah berjalan hingga bulan keempat dan akan terus berlanjut. Ke depan, Pemuda Pancasila Kota Tangerang juga telah menyiapkan berbagai agenda keagamaan dan sosial lainnya.
“Insyaallah ke depan kami akan melaksanakan PHBI, Maulid Nabi, halal bihalal, buka puasa bersama, serta kegiatan sosial lainnya. Kegiatan seperti ini cukup sering kami lakukan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa organisasi kemasyarakatan merupakan wadah positif untuk berkontribusi bagi lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ormas bukan seperti yang selama ini dipikirkan sebagian orang. Ormas adalah tempat berkegiatan, berkontribusi, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Salah satu peserta pengajian, Fitri, mengapresiasi konsistensi Srikandi Pemuda Pancasila Kota Tangerang dalam menggelar kajian rutin.
“Dalam beberapa bulan terakhir, Srikandi rutin mengadakan kajian setiap bulan. Menurut saya ini kombinasi kegiatan yang sangat positif dan luar biasa. Dengan adanya kajian ini, saya melihat perubahan yang sangat baik,” ujarnya.
Ia berharap pengajian tersebut dapat terus berlangsung secara rutin. Menurut Fitri, selain pengajian bulanan, Srikandi Pemuda Pancasila juga memiliki banyak kegiatan positif lainnya di tingkat unit kerja.
“Di Cipondoh ada pengajian rutin mingguan. Unit-unit kerja lain juga punya kegiatan positif, seperti kerja bakti sebulan sekali. Sayangnya, hal-hal positif ini sering kali tidak diketahui masyarakat,” pungkasnya.
(qor)












