TangerangKini.com, Kota Tangerang – Di tengah masih adanya persoalan pendidikan, kebutuhan pokok, dan lapangan kerja, Pemerintah Kota Tangerang kembali menyoroti program unggulan yang dikenal sebagai “3 G”, yakni Gampang Sekolah, Gampang Sembako, dan Gampang Kerja.
Program tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Senin (17/08/2026).

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti peserta dari berbagai unsur. Sachrudin mengatakan rangkaian peringatan tahun ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba Posyandu serta pegawai negeri yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.
“Rangkaiannya alhamdulillah berjalan dengan khidmat. Para pengibar bendera dan peserta juga luar biasa dengan semangat kebersamaannya,” kata Sachrudin.
Penghargaan Satya Karya juga diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian para pegawai negeri. Selain itu, para veteran turut mendapat penghormatan atas perjuangan mereka bagi bangsa dan negara.
Menurut Sachrudin, makna kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Pemerintah, kata dia, harus hadir melalui program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah bagaimana pemerintah hadir untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dengan berbagai macam program kegiatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Gampang Sekolah diarahkan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah di Kota Tangerang. Sementara Gampang Sembako ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok di pasar-pasar.
Adapun Gampang Kerja menjadi salah satu upaya pemerintah menekan angka pengangguran melalui berbagai program dan kegiatan yang membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Tiga G ini salah satu program unggulan Kota Tangerang yang memang kita lihat begitu banyak dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan pelaksanaan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama antara masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media untuk memastikan program berjalan dan informasi mengenai layanan publik tersampaikan.
“Kota Tangerang adalah rumah kita yang perlu kita jaga, kita rawat bersama,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), Sachrudin mengatakan dirinya terus mendorong setiap perangkat daerah menjalankan program sesuai aturan sekaligus memastikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat tersedia.
“Saya selalu mendorong bagaimana setiap organisasi perangkat daerah ini dapat bergerak melaksanakan program-program kegiatannya sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya.
Di sisi lain, Sachrudin juga mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) agar terus meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Yang penting edukasinya, karena masalah pembangunan bukan hanya berbentuk fisik, tapi juga bagaimana kita membangun sumber manusianya,” tutur Sachrudin.
Ia berharap seluruh program pemerintah pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang. (Qor)











