Beranda / Kota Tangerang / Ubah Mindset Buruh, KSPSI Gembleng Kader di Tangerang: Fokus Negosiasi, Tanpa Agenda “Tutup Perusahaan”

Ubah Mindset Buruh, KSPSI Gembleng Kader di Tangerang: Fokus Negosiasi, Tanpa Agenda “Tutup Perusahaan”

TangerangKini.com, Kota Tangerang — Upaya memperkuat kualitas dan arah gerakan serikat pekerja terus dilakukan. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) menggelar pelatihan penguatan kepemimpinan organisasi bagi Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Anggota (PC FSPA KSPSI) se-Provinsi Banten.

Kegiatan yang digelar di Aula Sekretariat DPD KSPSI Banten, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (15/04/2026) ini tak sekadar pelatihan biasa. KSPSI menargetkan perubahan mendasar pada pola pikir (mindset) kader, agar lebih adaptif, terarah, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) KSPSI, Idrus, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mencetak kader unggulan yang tidak hanya militan, tetapi juga cerdas dalam strategi.

“Pengurus itu harus paham cara bernegosiasi yang baik, bagaimana menghadapi persoalan hukum, dan bagaimana menggerakkan organisasi agar ke depan lebih efektif,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu persoalan klasik di lapangan adalah kebuntuan komunikasi antara serikat pekerja dan perusahaan. Banyak perundingan berakhir deadlock karena lemahnya teknik negosiasi.

“Banyak pengurus mentok saat berhadapan dengan perusahaan. Nah, di sini kita ajarkan tekniknya agar tidak buntu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Idrus juga menegaskan arah baru KSPSI yang ingin meninggalkan pola lama yang dinilai tidak lagi relevan.

“Kita ingin merapikan arah gerakan. Dulu mungkin tidak jelas ke mana, sekarang kita benahi. Mindset itu yang kita ubah,” katanya.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali sejumlah materi strategis, mulai dari teknik negosiasi untuk mencegah PHK, strategi memperjuangkan kenaikan upah, penguatan militansi aksi yang tetap tertib, hingga adaptasi digitalisasi organisasi.

Baca Juga:  Besok, 150 Pasien Operasi Katarak Gratis Hari Bhayangkara ke-79 di Kota Tangerang

Menariknya, KSPSI secara tegas menolak pendekatan ekstrem dalam perjuangan buruh.

“Di KSPSI tidak ada program ‘tutup perusahaan’. Demo atau mogok bukan untuk itu. Kita dorong perjuangan yang terukur dan bertanggung jawab,” tandas Idrus.

Program ini juga menghadirkan pemateri berpengalaman, termasuk dari organisasi ketenagakerjaan internasional seperti ILO dan ILC, guna memperkaya perspektif peserta dalam menghadapi dinamika global.

Sementara itu, Ketua DPD KSPSI Banten, Dedi Sudarajat, menyebut pelatihan ini sebagai investasi penting bagi masa depan organisasi.

“Hari ini ada 50 peserta dari tujuh federasi. Mereka ini ujung tombak organisasi, karena langsung bersentuhan dengan anggota di lapangan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa perubahan dunia ketenagakerjaan yang cepat, terutama di era globalisasi dan digitalisasi, menuntut peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan.

“Kalau tidak ikut berubah, kita pasti tertinggal. Maka kemampuan mereka harus terus diasah,” katanya.

Untuk memastikan efektivitas, peserta juga akan mengikuti post-test sebagai bahan evaluasi.

“Kita ukur hasilnya. Dari situ kita tahu apakah materi ini efektif atau perlu ditingkatkan lagi,” ujar Dedi.

Ke depan, program ini akan diperluas secara nasional dengan menyasar sedikitnya 10 DPD sebagai tahap awal. Pelaksanaannya pun akan dilakukan bertahap dalam beberapa gelombang agar tetap maksimal.

“Targetnya semua pengurus cabang bisa ikut. Tapi kita lakukan bertahap supaya tetap efektif, bisa gelombang kedua, ketiga, dan seterusnya,” pungkasnya.

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments