TangerangKini.com, Kota Tangerang – Kepergian Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jajaran DPRD, Pemerintah Kota Tangerang, serta masyarakat. Politikus Partai Golkar itu wafat pada Minggu (19/07/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di RS EMC Tangerang dalam usia 47 tahun.
Di balik kabar duka tersebut, tersimpan pesan terakhir yang disampaikan Rusdi saat membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Mental Spiritual (Musrenbangtal) dalam rangka Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang pada Minggu pagi.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Tangerang tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diawali dengan pembangunan karakter dan mental generasi muda.
“Hari ini, saya atas nama pribadi dan atas nama DPRD Kota Tangerang mengucapkan selamat milad buat MUI. Mudah-mudahan di usia yang ke-51, banyak peran, banyak kontribusi, dan banyak manfaat yang diberikan MUI bagi masyarakat dan Kota Tangerang,” ujarnya.
Ia mengapresiasi gagasan MUI Kota Tangerang yang menginisiasi Musrenbangtal sebagai wadah merumuskan pembangunan mental masyarakat. Menurutnya, selama ini pembahasan Musrenbang lebih banyak didominasi usulan pembangunan fisik, sedangkan program pembinaan mental, moral, dan akhlak belum mendapat perhatian yang seimbang.
“Hari ini kita punya kesadaran yang sama untuk bersama-sama membangun satu generasi dengan mentalitas yang berdasarkan akhlakul karimah,” katanya.
levih lanjut, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Menurutnya, derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial menuntut adanya penguatan pendidikan karakter melalui keluarga, sekolah, hingga lembaga keagamaan.
Bahkan, ia mendorong agar hasil Musrenbangtal dapat menjadi bagian dari penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), sehingga program pembinaan mental generasi memperoleh dukungan anggaran dalam APBD.
Dalam pidatonya, Almarhum juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai salah satu sarana pembentukan karakter anak. Menurutnya, pendidikan agama di sekolah formal yang hanya diberikan beberapa jam setiap pekan belum cukup untuk membentuk akhlak generasi muda.
“Bangunlah jiwanya, baru bangunlah badannya. Pembentukan mental itu harus menjadi bagian penting dalam rumusan program pemerintah,” ucapnya menutup sambutan.
Ucapan tersebut kini menjadi salah satu pesan terakhir yang ditinggalkan Rusdi sebelum berpulang.
Berdasarkan informasi keluarga, jenazah disalatkan di Masjid Raya Al-A’zhom pada Senin (20/7/2026) pukul 12.15 WIB, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di samping Masjid Al-Istiqomah, Kelurahan Poris Gaga, sekitar pukul 13.00 WIB.
Rusdi Alam lahir di Tangerang pada 4 April 1979. Ia menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang periode 2024–2029 setelah dilantik pada 30 September 2024. Sebelumnya, ia merupakan anggota DPRD Kota Tangerang periode 2019–2024 di Komisi IV dan mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Tangerang dan Karawaci.
Usai prosesi pemakaman, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya Rusdi yang dinilainya sebagai salah satu putra terbaik Kota Tangerang.
“Ya, hari ini kita kehilangan putra terbaik Kota Tangerang, di antaranya Pak H. Rusdi Alam bin H. Rahmat, Ketua DPRD Kota Tangerang. Bagi saya, beliau orang yang bersahaja, rendah hati, dan memiliki komitmen yang begitu tinggi untuk membangun Kota Tangerang. Beliau adalah teman, sahabat, sekaligus teman berdiskusi dalam memecahkan berbagai persoalan pembangunan untuk masyarakat Kota Tangerang,” ujar Sachrudin di lokasi pemakaman, Senin (20/7/2026).
Sachrudin mengungkapkan, beberapa jam sebelum Rusdi meninggal dunia, keduanya masih sempat bertemu dan berdiskusi mengenai pembangunan Kota Tangerang, termasuk soal pengkaderan generasi muda.
“Terakhir, beberapa jam sebelum beliau meninggal, kami masih sempat bertemu dan berbincang tentang kota ini, masyarakat, serta pengkaderan generasi muda di Kota Tangerang. Itu yang sangat berkesan bagi saya. Beliau memang sudah tidak ada, tetapi mudah-mudahan segala kebaikannya tetap hidup di hati kita semua,” katanya.
Ia juga mengenang sosok Rusdi sebagai pribadi yang tenang dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
“Beliau orang yang rendah hati. Tidak pernah emosional. Selalu adem dalam menghadapi berbagai persoalan. Tidak ada firasat apa pun saat kami terakhir bertemu. Itulah rahasia usia,” tuturnya.
Menurut Sachrudin, loyalitas dan dedikasi Rusdi tidak hanya ditunjukkan dalam dunia politik, tetapi juga melalui kepeduliannya terhadap organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, hingga organisasi keagamaan.
“Luar biasa loyalitas dan dedikasinya. Bukan hanya kepada partai karena beliau tokoh politik, tetapi juga perhatian kepada generasi muda, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial, bahkan organisasi keagamaan yang terus didorongnya untuk membangun Kota Tangerang,” ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, Sachrudin mengajak seluruh masyarakat mendoakan almarhum.
“Kita doakan beliau meninggal dalam keadaan husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan. Mudah-mudahan almarhum ditempatkan di surga-Nya Allah SWT,” pungkasnya. (Qor)












