Beranda / Kota Tangerang / Pemkot Tangerang Uji 1.000 Kendaraan, Solar Banyak Tak Lolos ‎

Pemkot Tangerang Uji 1.000 Kendaraan, Solar Banyak Tak Lolos ‎

TangerangKini.com Kota Tangerang – Kepedulian terhadap kualitas udara kembali diuji di jalanan Kota Tangerang. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Polres Metro Tangerang Kota menggelar uji emisi kendaraan bermotor, khususnya roda empat, di sejumlah akses menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (09/09/2026).

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, meninjau langsung pelaksanaan uji emisi tersebut. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi di Kota Tangerang tidak menghasilkan emisi yang melampaui ambang batas.

“Setiap kendaraan kita periksa untuk memastikan emisinya masih dalam ambang batas,” ujar Maryono.

Ia menilai, uji emisi menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kualitas udara. Maryono juga mengajak masyarakat tidak hanya mengikuti pemeriksaan, tetapi rutin merawat kendaraan yang digunakan sehari-hari.

“Sebagian besar kendaraan yang diperiksa masih memenuhi ambang batas. Mudah-mudahan kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, uji emisi dilaksanakan selama dua hari dengan target sekitar 1.000 kendaraan. Pada hari pertama, sebanyak 585 kendaraan telah menjalani pemeriksaan.

Baca Juga:  Sachrudin dan Zamaludin Bertarung Rebut Ketua DPD Golkar Kota Tangerang

“Untuk hari ini kami menargetkan sekitar 500 kendaraan,” kata Yudi.

Uji emisi dilakukan di sejumlah titik akses menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar di Jalan MH Thamrin, Kawasan Ayodhya.

Dari hasil pemeriksaan, kendaraan berbahan bakar bensin menunjukkan tingkat kelulusan sekitar 95 persen. Sementara kendaraan berbahan bakar solar memiliki tingkat kelulusan jauh lebih rendah, yakni sekitar 33 persen.

Ia menjelaskan, kendaraan yang tidak memenuhi ambang batas emisi umumnya disebabkan kurangnya perawatan secara rutin. Pemilik kendaraan yang tidak lolos diberikan teguran sekaligus imbauan untuk segera melakukan perbaikan.

“Banyak kendaraan yang tidak lolos karena perawatannya kurang. Kami terus mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan servis kendaraan,” ujarnya.

Menurut Yudi, uji emisi tidak semata-mata ditujukan untuk memeriksa kondisi kendaraan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan.

“Merawat kendaraan bukan hanya soal menjaga performanya, tetapi juga ikut menjaga udara yang kita hirup dan kesehatan lingkungan,” pungkasnya.

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments