Beranda / Kota Tangerang / TNG Pungut Parkir di Kawasan Cikokol, Warga: Anggap Pungli

TNG Pungut Parkir di Kawasan Cikokol, Warga: Anggap Pungli

TangerangKini.com, Kota Tangerang – Pungutan parkir di kawasan Cikokol, Kota Tangerang, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok @adaajaidenyaaa viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah petugas menghentikan kendaraan yang melintas dan meminta uang sebesar Rp3.000.

Perekam video mengaku keberatan lantaran dirinya tidak memarkirkan kendaraan, melainkan hanya melintas untuk mengantar anak ke sekolah. Meski demikian, ia tetap diminta membayar uang parkir, sehingga memunculkan anggapan dari sejumlah warga bahwa praktik tersebut merupakan pungutan liar (pungli).

Menanggapi polemik yang berkembang, Direktur Utama PT Tangerang Nusantara Global (TNG), Muhamad Rijal, menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan petugas berseragam PT TNG merupakan aktivitas resmi karena berada di lahan yang dikelola perusahaan.

“Kalau yang di video itu resmi. Lahan Cikokol itu lahan yang kami sewa. Kalau yang pakai seragam, itu orang PT TNG,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (18/06/2026).

Menurutnya, keberadaan PT TNG justru untuk menata kawasan yang selama ini banyak dimanfaatkan oleh oknum parkir liar untuk melakukan pungutan tanpa izin.

“Yang menjadi masalah justru banyak pungli di dalam kawasan. Banyak orang yang tidak berseragam PT TNG melakukan pungutan liar. Itu yang selama ini kami laporkan,” katanya.

Ia menjelaskan, tarif yang diterapkan telah mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni Rp3.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp2.000 untuk kendaraan roda dua.

“Oh iya betul, kita ada aturan Perdanya. Kalau mobil Rp3.000, motor Rp2.000,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak praktik pungutan liar yang dilakukan pihak lain di sejumlah titik sekitar kawasan Cikokol dan Kota Tangerang. PT TNG, kata dia, telah beberapa kali melaporkan persoalan tersebut kepada aparat kepolisian.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Terus Hadirkan Kebutuhan Pokok Murah di Tengah Masyarakat

“Kami sudah melaporkan ke kepolisian. Ada yang dipanggil dan datang, ada juga yang tidak datang. Tetapi sampai sekarang masih banyak yang beroperasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut praktik parkir liar masih ditemukan di sejumlah lokasi seperti sekitar SMA Negeri 7 Tangerang, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Dimyati, Jalan Soleh Ali, Jalan MH Thamrin, Kali Pasir hingga kawasan Stasiun Tangerang.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas terhadap para pelaku pungutan liar yang memanfaatkan lahan-lahan parkir tanpa izin.

“Kalau pungli harus ada penindakan. Kami sudah melapor dan melakukan pendekatan persuasif, tetapi sampai sekarang masih banyak yang beroperasi,” katanya.

Untuk mengantisipasi persoalan serupa, PT TNG berencana membangun sistem gerbang otomatis atau gate di kawasan Cikokol. Sistem tersebut nantinya akan menggunakan tiket atau struk elektronik untuk setiap kendaraan yang masuk dan keluar area.

“Ke depan kami ingin membuat gate otomatis supaya tidak ada lagi ruang untuk pungli. Orang keluar masuk menggunakan struk sehingga lebih tertib dan transparan,” pungkasnya.

Meski PT TNG menyatakan pungutan tersebut resmi, video yang beredar di media sosial menunjukkan masih adanya perbedaan persepsi antara pengelola dan masyarakat. Sejumlah warga menilai pungutan terhadap kendaraan yang hanya melintas tanpa memarkirkan kendaraan tidak semestinya dilakukan dan berpotensi menimbulkan kesan sebagai pungutan liar.(Qor)

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments