TangerangKini.com, Kota Tangerang – Semangat mengembalikan kejayaan bola basket Kota Tangerang digaungkan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) melalui agenda bertajuk Bring Back the Glory di Hotel Golden Tulip, Kamis (02/12/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan deklarasi awal pembinaan serius menuju Porprov 2026, dengan melibatkan orang tua sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet.

Ketua Perbasi Kota Tangerang, Andri S. Permana, menegaskan bahwa momen ini menjadi titik balik pola pembinaan basket di Kota Tangerang. Untuk pertama kalinya, pemerintah, federasi, pelatih, dan orang tua duduk bersama dalam satu frekuensi demi satu target: prestasi.
“Hari ini menjadi tonggak penting. Kita tidak hanya menyiapkan atlet yang hebat di lapangan, tapi juga berkarakter. Pembinaan tidak cukup hanya di tempat latihan, tapi harus dimulai dari rumah. Karena itu, pelibatan orang tua menjadi kunci,” tegas Andri.
Pada Porprov 2026, cabang basket akan mempertandingkan nomor 5 lawan 5 dan 3 lawan 3 untuk kategori putra dan putri. Empat medali emas menjadi target yang dipasang Perbasi Kota Tangerang.
Saat ini, proses rekrutmen masih berjalan. Dari 65 nama dalam daftar awal (*long list*), seleksi ketat akan dilakukan selama satu bulan ke depan untuk menentukan skuad terbaik yang akan berlaga.
“Kita ingin tim yang benar-benar siap secara mental, teknik, dan karakter. Seleksi akan objektif dan profesional,” ujarnya.
Perbasi Kota Tangerang membawahi 11 klub aktif yang tersebar di berbagai kecamatan. Mulai dari Dewa United yang pernah menjuarai IBL Nasional, hingga klub-klub seperti Pinball (Pinang), Vokers (Cipondoh), dan Biscamp (Benda).
Menurut Andri, kekuatan basket Kota Tangerang lahir dari akar komunitas di setiap wilayah.
“Basket hari ini bukan hanya olahraga, tapi gerakan anak muda. Antusiasmenya luar biasa dan tersebar merata di setiap kecamatan,” katanya.
Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyu Iskandar, mempertegas dukungan pemerintah terhadap pembinaan basket. Ia mengapresiasi langkah Perbasi yang memulai Pusat Pelatihan Cabang (Puslatcab) secara terstruktur.
“Kalau mau berprestasi di Porprov, latihannya harus fokus dan intensif. Puslatcab ini langkah awal yang sangat baik,” ujar Wahyu.
Ia bahkan menegaskan dirinya sebagai bapak asuh Perbasi Kota Tangerang, menandakan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan. Namun, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara prestasi olahraga dan akademik.
“Prestasi olahraga harus sejalan dengan prestasi akademik. Jalur prestasi bisa menjadi pintu menuju pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Terkait reward atau beasiswa, bapak asuh Perbasi menyebut mekanisme penghargaan berada di ranah Pemerintah Kota, namun peluang tetap terbuka melalui berbagai jalur, baik provinsi maupun nasional.
“Yang penting mereka berprestasi. Atlet berprestasi itu banyak jalannya,” tegasnya.
Dengan sinergi antara Perbasi, Dinas Pendidikan, pelatih, klub, dan orang tua, Kota Tangerang kini menatap Porprov 2026 dengan optimisme baru. Bring Back the Glory bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kolektif untuk mengembalikan kejayaan basket Kota Tangerang di level provinsi.
(qor)












