TangerangKini.com, Kota Tangerang – Tempat Hiburan Malam (THM) FM3 yang berada di Jalan MH Thamrin, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dipastikan tidak beroperasi lagi alias tutup. Mulai, Jumat (30/07/2026).
FM3 Executive Karaoke & Restaurant, salah satu ikon hiburan malam paling legendaris di Kota Tangerang kini resmi mengakhiri perjalanan panjangnya setelah sekitar 33 tahun beroperasi.
Kabar penutupan tersebut memunculkan beragam reaksi, mulai dari rasa kehilangan hingga nostalgia. Bagi generasi yang tumbuh pada era 80-90an, hingga generasi milenial . Bangunan ikonik yamg dikenal dengan genteng birunya itu kini hanya jadi pemandangan di tepi jalan yang dipenuhi padatnya arus kendaraan yang melintas.
Letaknya yang berada di jalan protokol dan tertutup oleh pagar setinggi dua meter itu dahulu dikira FM3 adalah sebuah stasiun radio modern atau bahkan pabrik genteng.
Namun bagi mereka yang mengetahui bahwa tempat tersebut merupakan kompleks hotel transit dengan garasi privat sekaligus pusat karaoke eksekutif yang pernah menjadi salah satu destinasi hiburan malam paling bergengsi di Tangerang.
Didirikan pada awal dekade 1990-an, FM3 hadir ketika kawasan sekitarnya masih jauh dari hiruk-pikuk pembangunan. Konsep hotel transit dengan garasi pribadi di bawah setiap kamar menjadi daya tarik tersendiri. Privasi yang tinggi menjadikannya pilihan kalangan eksekutif, pebisnis, hingga tamu dari luar kota.
Nama FM3 juga lekat dengan Executive Karaoke yang menjadi jantung hiburan. Pada masa kejayaan, tempat ini bukan sekadar lokasi bernyanyi, tetapi juga ruang pertemuan kalangan pebisnis dan eksekutif.
Puluhan ruang karaoke didesain menggunakan nama-nama kota besar dunia seperti Roma, Tokyo, Amsterdam, London, hingga Paris. Setiap ruangan memiliki nuansa interior yang berbeda, dipadukan dengan sistem audio modern pada masanya dan layanan premium yang menjadi ciri khas.
Di balik gemerlap hiburan malam, FM3 juga menjadi bagian dari dinamika sosial Kota Tangerang. Keberadaannya kerap memunculkan perdebatan. Sebagian masyarakat memandangnya sebagai simbol bisnis hiburan malam yang sarat stigma negatif. Di sisi lain, tempat ini juga menjadi sumber penghidupan bagi ratusan pekerja dan pernah menjadi penyumbang retribusi daerah.
Kini, wajah kawasan di sekeliling FM3 telah berubah drastis. Apartemen bertingkat, pusat perbelanjaan, dan kawasan bisnis modern mengelilinginya. Bahkan tempat hiburan modernd lainnya banyak bermunculan yang akhirnya menggilas FM3 dari bisnis dunia malam.
Bangunan semi-klasik yang masih berdiri kokoh itu, kini hanya menjadi simbol kejayaan bisnis hiburan malam di Kota Tangerang yang pada akhirnya harus tergerus jaman.
Di tengah hari-hari terakhir operasionalnya, suasana haru juga dirasakan para pekerja yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup di sana.
Salah satunya adalah Ibrahim, petugas penjaga gerbang parkir yang telah bekerja sejak 2007. Ia menjadi saksi perubahan FM3 selama hampir dua dekade, dari masa ketika tempat itu masih ramai hingga akhirnya bersiap menutup pintu.
“Iya betul, besok mau tutup,” ujarnya singkat saat ditemui.
Baginya, penutupan FM3 bukan hanya berakhirnya sebuah tempat kerja, tetapi juga menimbulkan ketidakpastian tentang masa depan.
“Gak tau deh kerja apa, paling juga ngegrab,” katanya dengan nada pasrah.
Ucapan sederhana itu seolah menggambarkan nasib banyak pekerja yang ikut terdampak oleh berakhirnya operasional FM3. Di balik bangunan yang selama ini identik dengan gemerlap hiburan malam, terdapat kehidupan para karyawan yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari tempat tersebut.
FM3 pun resmi berpamitan, meninggalkan jejak sebagai salah satu legenda hiburan malam Kota Tangerang. Bagi sebagian orang, ia mungkin hanya sebuah bangunan tua yang segera menjadi bagian dari masa lalu. Namun bagi mereka yang pernah mengenalnya baik sebagai pengunjung, pekerja, maupun sekadar anak-anak yang dahulu penasaran dengan misteri di balik gerbangnya FM3 akan tetap hidup sebagai bagian dari memori kolektif di Kota Tangerang.(qor/red)












