Beranda / Kota Tangerang / Halal Fest 2026 Lahirkan Terobosan Baru, MUI Kota Tangerang Gelar Musrenbangtal Perdana

Halal Fest 2026 Lahirkan Terobosan Baru, MUI Kota Tangerang Gelar Musrenbangtal Perdana

TangerangKini.com, Kota Tangerang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang menghadirkan warna baru dalam peringatan Milad ke-51 melalui Halal Fest 2026 yang berlangsung pada 18–26 Juli 2026 di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom.

Tidak hanya menghadirkan pameran produk halal, kuliner legendaris, layanan kesehatan, hingga donor darah gratis, ajang tersebut juga mencatat sejarah dengan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Mental Spiritual (Musrenbangtal) untuk pertama kalinya, yang digelar di Aula MUI Kota Tangerang, Minggu (19/07/2026),

Menjadi forum yang mempertemukan unsur pemerintah, DPRD, akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan hingga berbagai paguyuban untuk merumuskan gagasan pembangunan dari sisi mental dan spiritual masyarakat.

Ketua Panitia Halal Fest, Romi Abidin, mengatakan Halal Fest tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penguatan literasi keagamaan melalui berbagai kegiatan.

“Bukan hanya dapat menyaksikan perlombaan, tetapi di Halal Fest juga kami menghadirkan dialog dan interaksi, seminar, hingga pelatihan digital dakwah. Jadi, ada beragam kegiatan hingga penutupan nanti akan ada MUI Berbagi 50 Keberkahan,” ungkap Romi.

Ia menjelaskan, masyarakat juga dapat menikmati berbagai stan kuliner halal legendaris khas Kota Tangerang, seperti Asinan Hj. Sofi dan Selendang Mayang, serta layanan sosial berupa cukur rambut gratis dari BAZNAS.

“Ada juga stand cukur rambut gratis dari BAZNAS dan stand-stand kuliner lainnya. Maka, jangan sampai terlewat untuk datang ke Halal Fest yang perdana dihadirkan oleh MUI Kota Tangerang,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Tangerang Ahmad Baijuri Khotib menegaskan Musrenbangtal merupakan ikhtiar bersama untuk melengkapi pembangunan daerah yang selama ini lebih banyak berfokus pada aspek fisik.

Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat.

“Musrenbangtal ini bukan tandingan Musrenbang yang biasa dilakukan pemerintah. Ini adalah ikhtiar Majelis Ulama bersama seluruh komponen masyarakat untuk memberikan gagasan, pikiran, dan nasihat tentang bagaimana kita berpartisipasi membangun peradaban Kota Tangerang dari sisi mental spiritual,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Selenggarakan Seminar Keprotokolan, Sekda : Keprotokolan Cerminkan Kualitas Pelayanan ke Masyarakat

Ia menyebut forum tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Kota Tangerang. Seluruh masukan dari peserta akan dihimpun sebagai rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun program maupun kebijakan pembangunan.

Lebih lanjut, Ia juga menilai cita-cita menjadikan Kota Tangerang sebagai Kota Akhlakul Karimah memerlukan indikator dan langkah nyata yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

“Ke depan mudah-mudahan Musrenbangtal kedua bisa dilaksanakan lebih maksimal. Hari ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk memberikan saran, gagasan, dan nasihat dalam membangun Kota Tangerang,” katanya.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, mengapresiasi gagasan MUI tersebut. Menurutnya, Musrenbangtal menjadi forum penting untuk melengkapi proses Musrenbang yang selama ini lebih banyak menghasilkan usulan pembangunan fisik.

“Hari ini saya menghadiri acara musyawarah rencana pembangunan mental di MUI. Ini salah satu gagasan MUI Kota Tangerang, bagaimana usulan pembangunan tidak melulu berkaitan dengan fisik, tetapi juga ada pembangunan mental yang harus didorong oleh Pemerintah Kota Tangerang,” kata Rusdi.

Ia menilai pembentukan karakter generasi muda harus menjadi perhatian serius karena akan menentukan arah kepemimpinan Kota Tangerang pada masa mendatang.

“Saya secara pribadi mengapresiasi kegiatan ini, karena biasanya Musrenbang yang dilakukan oleh pemerintah kota lebih pada usulan fisik. Hari ini rasanya perlu kita menyerap berbagai usulan program kegiatan yang konstruktif dalam rangka pembentukan mentalitas,” ujarnya.

Rusdi berharap hasil Musrenbangtal dapat segera dirumuskan sehingga bisa disinergikan dengan pembahasan program dan kebijakan pemerintah daerah.

Salah satu gagasan yang muncul, lanjutnya, adalah perlunya pengkajian kebijakan pembatasan penggunaan smartphone bagi anak usia sekolah dasar sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda.

“Kalau memang ini menjadi salah satu usulan, nanti akan dikaji di pemerintah. Bisa saja ke depan didorong menjadi kebijakan melalui Peraturan Wali Kota terkait pelarangan atau pembatasan penggunaan smartphone bagi anak usia sekolah,” pungkasnya. (Qor)

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments