Tangerangkini.com,Kota Tangerang- Optimalisasi penanganan pengangkutan sampah di Kota Tangerang ke pemrosesan akhir sampah (TPA) Rawa Kucing terus dilakukan. Sampah tersebut diangkut menggunakan 147 armada dump truck, 29 truck arm roll, 236 buah bentor, 1 buah sweeper, dan 3 buah compactor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi mengatakan bahwa pengangkutan sampah dari sumbernya ke TPA Rawa Kucing kurang lebih 1500 ton perhari. Dimana setiap kelurahan dilayani oleh 1 buah armada truk sebanyak 2 kali ritase pengangkutan.
Pengangkutan sampah itu kata Wawan, dilakukan juga pada malam hari khususnya untuk jalur-jalur jalan protokol.
Dijelaskan Wawan, armada pengangkut sampah tidak hanya melayani dari sumber perumahan atau permukiman masyarakat tetapi melayani juga dari kegiatan pasar, industri, kawasan komersial, hotel, rumah sakit, pertokoan dan sebagainya.
Untuk melayani sampah seluruh wilayah Kota Tangerang, tempat pemrosesan sampah akhir yang dimiliki Kota Tangerang berujung di TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari.
“Hal ini itu lah yang berakibat semakin hari terjadi penumpukan sampah di area TPA Rawa Kucing,” ujar Wawan, Selasa (22/10/2024).
Wawan menuturkan, pasca peristiwa bencana banjir awal tahun 2020, kondisi TPA Rawa Kucing mengalami peningkatan sampah, akibat banyaknya sampah dari warga yang terkena bencana banjir sehingga akses jalan internal di TPA akhirnya terdampak menjadi area buangan sampah.
Akibat tertutupnya jalan internal di TPA Rawa Kucing, mengakibatkan terjadinya antrian truk pengangkut sampah ke luar area TPA, yaitu di Jalan Iskandar Muda.
“Allhamdulilah, akhirnya pada tanggal 14 Oktober 2024 antrian truk pengangkut sampah yang lalu sudah mulai terurai di Jalan Iskandar Muda. Antrian truk terjadi di Jalan internal TPA Rawa Kucing,” katanya.
“Penguraian antrian truk terjadi karena jalan internal sudah terbuka dari tumpukan sampah, yang dilakukan secara simultan menggunakan alat-alat berat dari
DLH yang juga dibantu oleh Pelaksana Proyek PSEL Kota Tangerang PT. Oligo Infra Swarna Nusantara,” jelas Wawan menambahkan.
Wawan berharap dengan terurainya antrian truk di Jalan Iskandar Muda yang selama ini terjadi, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang dirasakan oleh warga masyarakat sekitar TPA Rwa Kucing, sehingga dapat memperlancar kondisi lalu lintas.
Selanjutnya dia juga berharap kondisi ini akan terus terjaga dan semakin meningkat dengan lebih tertatanya landfill di TPA Rawa Kucing sehingga kapasitas TPA Rawa Kucing akan terus dapat menerima sampah dari seluruh wilayah di Kota Tangerang.
“Sambil DLH Kota Tangerang terus mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan serta melakukan pengurangan sampah dengan melibatkan partisipasi masyarakat,” pungkasnya (lla)












