Beranda / Polri / Diduga Pelaku Pelecehan di Cipondoh Masih Buron, Kinerja Polres Tangerang Kota Disorot

Diduga Pelaku Pelecehan di Cipondoh Masih Buron, Kinerja Polres Tangerang Kota Disorot

TangerangKini.com Kota Tangerang – Kasus dugaan pelecehan dan kekerasan seksual yang menimpa remaja perempuan berinisial D (17) di kawasan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga kini belum tuntas.

Diduga pelaku utama berinisial I masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), sementara penanganan perkara oleh Polres Metro Tangerang Kota mendapat sorotan dari kuasa hukum korban.

Sebelumnya, kasus bermula pada Selasa, 21 April 2026, saat korban diajak I ke rumahnya dengan alasan memperbaiki sepeda motor untuk balapan. Di lokasi, korban diduga dicekoki minuman beralkohol hingga kehilangan kesadaran dan baru tersadar keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi tanpa busana. Setelah itu, korban menerima pesan bernada intimidatif dari I yang diduga mengklaim korban telah dipakai beberapa orang. Saat dimintai pertanggungjawaban, I juga diduga mengancam korban menggunakan senjata tajam.

Perkara tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor LP/B/920/IV/2026/SPKT/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA. Laporan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana persetubuhan dan/atau pencabulan terhadap anak sebagaimana Pasal 414 UU Nomor 1 Tahun 2023, Pasal 415 KUHP, dan/atau Pasal 418 KUHP.

Kuasa hukum korban, Andu Harahap, mengatakan pihaknya belum menerima perkembangan berarti dari kepolisian selama lebih dari dua bulan. Bahkan, ia baru mengetahui terduga pelaku telah masuk DPO setelah meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada penyidik.

“Iya, jadi terkait update-nya, jujur untuk beberapa bulan ini saya pribadi sebagai kuasa hukum itu tidak mendapatkan update apa pun dari kepolisian. Bahkan status DPO itu saya baru tahu tadi setelah saya minta SP2HP dari penyidik,” ujar Andu saat dikonfirmasi, Selasa (22/09/2026).

Menurut Andu, kondisi korban hingga kini masih dipengaruhi rasa takut. D disebut menjadi lebih waspada ketika bertemu orang yang tidak dikenal dan terus mengkhawatirkan keselamatannya.

Bahkan, korban sempat menyampaikan keinginan untuk mencari sendiri keberadaan I karena merasa pencarian terhadap terduga pelaku belum membuahkan hasil.

“Kalau memang udah polisi enggak bisa, udah stop-stop aja, biar aku yang cari sendiri. Apa pun yang terjadi yang penting si I ini ketangkap,” kata Andu menirukan ucapan korban.

Ia khawatir keinginan tersebut justru menempatkan korban dalam situasi berbahaya. Ia meminta korban tidak mengambil tindakan sendiri dan tetap mendapatkan perlindungan selama proses hukum berlangsung.

“Jadi jangan sampai ini terjadi, jangan sampai ini udah jadi korban, bahkan udah jadi korban harus celaka lagi untuk kedua kalinya dengan tingkah dia yang dia ngerasa enggak percaya sama penegakan hukum khususnya dari polisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan sejumlah saksi sebelumnya telah diperiksa. Namun, setelah pemeriksaan tersebut, pihaknya mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut terkait perkembangan penyidikan.

Baca Juga:  Dampingi Presiden Prabowo, Gubernur Andra Soni Saksikan Akad Massal 50 Ribu Rumah Subsidi

“Jadi yang saya mau sebenarnya dari pihak kepolisian juga terbukalah. Sebagaimana ya mereka kan selalu bilang presisi-presisi gitu kan. Ini kalau dia diam-diam kayak gini, ini kan enggak ada cerminan presisi, gitulah,” katanya.

Selain meminta polisi mengejar I, Andu juga mendorong penyidik mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang membantu dalam kejadian tersebut. Menurutnya, dugaan keterlibatan pihak lain masih perlu dibuktikan melalui proses penyidikan.

“Tapi kami juga ingin mengetahui sejauh mana peran I ini dan siapa pemeran pembantunya. Karena kalau kita lihat dari olah TKP waktu itu, itu tidak memungkinkan untuk si I ini melakukan perbuatan itu sendiri,” ungkapnya.

Andu juga menyebut korban sempat mendatangi rumah terduga pelaku setelah kejadian. Saat itu, korban disebut kembali mendapat ancaman menggunakan senjata tajam.

“Dan dia masih nge-chat dengan kalimat yang menurut saya itu ancaman. Jadi korban lebih ketakutan lagi sekarang. Jadi itulah yang yang jadi kekhawatiran kita. Kalau ini I ini dibiarkan, ini kayaknya enggak tahu kita tentang keselamatan korban ini seperti apa,” tuturnya.

Di tengah proses pencarian, ia menyebut sempat beredar foto yang diduga merupakan terduga pelaku melalui akun Instagram pada Selasa (15/9/2026). Ia meminta kepolisian menelusuri informasi tersebut.

“Nah, kita juga mendorong daripada pihak kepolisian, khususnya dalam hal ini Polres Kota Tangerang untuk menggali informasi dari Info Cipondoh, dari mana dia mendapatkan foto tersebut,” katanya.

Lalu, ia juga menyoroti pendampingan terhadap korban oleh UPTD PPA Kota Tangerang. Menurutnya, pendampingan tidak seharusnya hanya berfokus pada kondisi psikologis, tetapi juga mencakup perlindungan korban selama proses hukum berlangsung.

“Jadi saya rasa untuk UPTD Kota Tangerang khususnya di sini untuk PPA Kota Tangerang itu harusnya ada andil di sini, bukan hanya memeriksa psikis. Ini kan bukan masalah psikis doang gitu loh,” ujarnya.

Ia berharap pendampingan terhadap D terus dilakukan hingga proses hukum berjalan tuntas. Andu juga mengajak masyarakat dan warganet ikut mengawal perkara tersebut tanpa menyudutkan korban.

“Kami sebagai kuasa hukum juga mengharapkan kepada warganet supaya tetap mengawal perkara ini dan yang lebih penting jangan pernah menyudutkan klien kami, karena mengingat klien kami adalah korban dan bukan pelaku.”

“Adapun hal-hal yang menjadi pertanyaan oleh warganet, biarkan proses hukum yang akan menjawab. Mari kita kawal bersama terkait kasus ini,” pungkasnya.

Hingga hari ini, I masih berstatus DPO dan keberadaannya belum diketahui. Kuasa hukum berharap kepolisian segera menemukan terduga pelaku, mengusut dugaan keterlibatan pihak lain, serta memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi korban. (Qor)

Tag:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments