TangerangKini.com, Kota Tangerang – Gelapnya ruas Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di jalur menuju flyover arah Tol Buaran, kembali memakan korban. Sebuah truk pengangkut tanah terjungkal di lokasi tersebut, Jumat (24/07/2026) sekitar pukul 02.30.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa, namun Insiden yang terjadi saat sopir berupaya menghindari truk lain itu kembali menyoroti minimnya penerangan dan rambu keselamatan di lokasi yang disebut warga sebagai titik rawan kecelakaan.

Sopir truk, Kholid, menjelaskan kecelakaan bermula saat dirinya hendak menuju akses Tol Buaran untuk mengantarkan muatan tanah urug ke kawasan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Saat melintas, ia harus berpindah jalur karena terdapat sebuah truk Cold Diesel yang berhenti di depannya.
Menurutnya, kondisi jalur yang sempit ditambah kendaraan bermuatan berat membuat truk kehilangan keseimbangan hingga akhirnya menghantam pembatas jalan dan terjungkal.
“Saya dari kiri. Di depan ada Cold Diesel berhenti, jadi saya ambil ke kanan lalu kembali ke kiri. Pas mau masuk, jalurnya menurut saya sempit. Tahu-tahu ban depan sebelah kanan naik ke pembatas jalan, Muatan juga bikin kendaraan agak oleng, ” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan dirinya rutin melintasi jalur tersebut untuk mengangkut material urug dari Jabon, Jawilan, Kabupaten Serang menuju proyek di kawasan Salembaran.
“Saya bawa tanah urug dari Jabon, Jawilan, Kabupaten Serang. Tujuannya ke kawasan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Biasanya saya lewat Tol Tangerang Merak, keluar di Gerbang Tol Kebon Nanas, kemudian masuk lagi melalui Gerbang Tol Buaran Indah untuk menuju Salembaran, ” jelasnya.
Ia menambahkan, perusahaan tempatnya bekerja, PT Cakra Pancur Gading, telah lama memasok material ke proyek tersebut.
Terkait penyebab kecelakaan, ia menilai kurangnya penerangan jalan dan tidak adanya lampu peringatan menjadi faktor yang menyulitkan pengemudi, terutama kendaraan bertonase besar.
“Kalau menurut saya, harusnya di sini ada lampu peringatan atau lampu kedip. Jadi pengemudi bisa memperkirakan posisi jalan. Sekarang gelap, jadi kurang kelihatan, ” tuturnya.
Ia mengaku sudah sering melintasi lokasi tersebut, namun situasi pada malam hari membuat manuver kendaraan menjadi lebih sulit. Meski truk mengalami kerusakan, ia memastikan tidak ada korban, selamat dan material yang diangkut tidak banyak berceceran.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Tanah juga tidak terlalu banyak tumpah. Nanti dibersihkan pakai alat dan mobil akan langsung dievakuasi, ” ucapnya.
Ia berharap pemerintah segera melengkapi lokasi tersebut dengan fasilitas keselamatan yang memadai.
“Harusnya ada lampu penerangan dan lampu kedip sebagai tanda. Bukan cuma mobil, motor juga berbahaya kalau kondisi jalan seperti ini, ” harapnya.
Senada dengan itu, warga setempat, Pipit, menilai ruas Jalan Jenderal Sudirman di sekitar flyover memang telah lama minim penerangan sehingga kerap memicu kecelakaan maupun tindak kriminal.
“Saya orang sini, makanya saya peduli sama jalan ini. Ini kan jalan kita, jalan anak-anak sini. Di sini sering banget kejadian, ” ujarnya.
Menurutnya, selain rawan kecelakaan, kawasan tersebut juga kerap menjadi lokasi tawuran, aksi geng motor hingga begal. Bahkan, dalam satu hari yang sama, sudah terjadi beberapa insiden kendaraan hampir terjatuh.
“Kalau saya lihat, lampunya sering mati. Ini jalan besar, jalan provinsi. Sering kejadian begal, sering tawuran, terus sering juga gengster lewat, ” katanya.
Ia mengaku pernah mengusulkan pemasangan tiang penerangan di lokasi tersebut. Meski sempat dipasang, tiang dan rambu yang ada tidak bertahan lama karena tertabrak kendaraan.
“Lalu sekitar sebulan kemudian dipasang tiang beserta rambu. Tapi tiangnya kecil, besinya juga kecil. Kurang lebih dua minggu kemudian ditabrak mobil derek, dan tiga hari setelah itu tiangnya sudah tidak ada, ” jelasnya.
Ia berharap pemerintah memasang tiang penerangan yang lebih kokoh, dilengkapi lampu peringatan berkedip seperti yang pernah tersedia sebelumnya.
“Kalau bisa tiangnya yang besar, pakai beton. Terus dipasang rambu seperti dulu. Dulu kan ada lampu yang otomatis nyala sekitar jam enam sore dan berkedip sebagai penanda, ” harapnya.
Ia juga mengaku masih bingung terkait kewenangan penanganan ruas jalan tersebut karena saat melapor ke Pemerintah Kota Tangerang, warga diarahkan lantaran jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Saya agak bingung. Kalau kita ngadu ke orang Kota Tangerang, katanya ini jalan provinsi. Apa bedanya sih? Yang penting kan masyarakat butuh penerangan dan jalan ini aman, ” ungkapnya.
Mengakhiri keterangannya, ia berharap kondisi Jalan Jenderal Sudirman segera dibenahi agar tidak terus memakan korban dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.
“Saya sering ingin ngadu. Harapan saya sederhana, jalan ini dibenahi dan penerangannya diperbaiki supaya lebih aman buat warga, ” harapnya. (Qor)












